SENI BERTIMBANG KESALEHAN BUDI PEKERTI

SENI BERTIMBANG KESALEHAN BUDI PEKERTI

Oleh H. Ferizal Ridwan

(Koordinator Palanta Aksi Kemanusiaan dan Sosial. Pak’Sa Barokah untuk Indonesia)

MENDORONG memotivasi agar setiap anak laki-laki untuk menjadi hafiz 25 surat dalam Jus 30 saya setuju. Karena dalam perspektif saya, anak lelaki yang menjelang akhil baligh alangkah indahnya memiiliki kemampuan menjadi imam sholat. Baik untuk sholat berjamaah dan sholat tarawih di dalam keluarga dan bersama temannya. Untuk selanjutnya, biarlah yang berbakat dan berminat saja, yang difasilitasi untuk menjadi hafiz 5 jus, 15 jus, dst.

Selebihnya anak anak dibebaskan untuk mengembangkan bakatnya untuk beramal saleh pada berbagai bidang yang memanggil dirinya.

Tidak ada dalil yang memaksa seseorang menghafal Al Qur’an secara keseluruhan, atau yang menganggap kitab suci Al Qur’an untuk semata menjadi hafalan. Yang  sering ditegaskan bahwa Al Qur’an adalah penerangan bagi ummat manusia, petunjuk, pelajaran, pedoman dan bimbingan bagi orang yg (mau) bertaqwa dan orang yg berakal.

Oleh karena itu, kita dapat bertimbang bahwa kabar indahnya budi pekerti seorang anak, memiliki daya tarik tersendiri. Disamping kabar bahwa ia juga seorang hafidz yang telah mencapai 5 atau 10 Juz.

Oleh karena itu, perlu juga dipertimbangkan adalah membangun pondok pembelajaran kandungan Al Qur’an, disamping pondok tahfiz pada umumnya.

Anak anak sepatutnya juga didorong untuk belajar karakter mulia, dimensi kemanusiaan serta seni bela diri dan lain sebagainya karena hal tersebut juga merupakan bekal untuk hidupnya masa depan. (*)

*Sharing pemahaman

*Bukan tausiyah

*Bukan untuk diperdebatkan..

Selamat Berpuasa bagi yang melaksanalannya

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *