Satu Jam Lebih Dekat dengan Ustadz Abdul Haque Albantanie

PEKANBARU, NuansaPolitik.com –

Nama pendakwah yang satu ini sangat tersohor di sejumlah negara. Terlahir dengan nama Doni Agustono di Pandeglang, Banten, 5 Agustus 1979, namun sejak menimba ilmu Al Qur’an di Punjab Pakistan, guru di Pakistan memberinya nama Abdul Haque Albantanie yang akhirnya lebih populer dipanggil ustadz AHA.

Lantas, bagaimana perjalanan karir ustadz AHA sehingga menjadi seorang da’i kondang disejumlah negara dan tanah air itu?

Simak wawancara eksklusif satu jam lebih dekat dengan Abdul Haque Albantanie, Sponsor Doktor Honoris Causa UIPM Iternational itu.

Ditemui dikediamannya di Perumahan Royal Mansion Jalan Rambutan, Kota Pekanbaru, Riau, pria bersahaja bernama Dr. (HC) Abdul Haque Albantanie, S.E., M.E.Sy., Ph.D yang biasa dipanggil Ustadz AHA itu, menyampaikan pengalaman hidupnya sampai menjadi seorang da’i cukup kondang di tanah air.

Menurutnya, setelah menimba ilmu Al Qur’an di Punjab Pakistan selama lima tahun, guru di Pakistan memberinya nama Abdul Haque. Karena banyak juga nama Abdul Haque di Pakistan, maka di belakang namanya ditambahkan Albantanie, karena asal dia berasal dari Banten, sehingga nama lengkapnya menjadi Abdul Haque Albantanie yang selanjutnya dipanggil ustadz AHA.

Ustadz AHA yang memiliki motto dan memaknai AHA sebagai Action, Happy dan Abundance, yaitu tidak kebanyakan teori, harus Action (aksi), Happy (bahagia) dan  Abundance (berlimpah rizki).

Lebih jauh diungkapkan ustadz AHA, pendidikan SD, SMP dan SMA, diselesaikannya di kampung kelahirannya Pandeglang Banten. Jenjang Strata Satu (S1) Ilmu Ekonomi dengan gelar akademik Sarjana Ekonomi (S.E.) diselesaikan di Perbanas Institute Jakarta pada 2001.

“Setelah lulus S1, saya belajar Ilmu Tahfizh dan Tafsir Alquran selama lebih kurang lima tahun di Madrasah Gujrat, Punjab, Pakistan,” ungkap ustadz AHA yang juga sukses sebagai pembisnis parfum merk Jawara Kasturi itu.

Sepulang dari Pakistan pada 2008, ulas ustadz AHA, dia melanjutkan jenjang pendidikan pada Program Pascasarjana Strata Dua (S2) Program Studi Perbankan Syariah di Universitas Azzahra Jakarta dan tamat pada  4 September 2018 dengan gelar akademik Magister Ekonomi Syariah (M.E.Sy.).

Sebagai insan yang haus ilmu, ujar ustadz AHA, dia melanjutkan pendidikannya pada Program Doktor (S3) Ekonomi Islam di Universal Institute of Profesional Management (UIPM) International dan tamat pada November 2022 dengan gelar akademik Doctor of Philosophy (Ph.D).

“Kampus UIPM International itu merupakan Perguruan Tinggi Asing yang terdaftar pada 24 Desember 2012 dan UIPM Indonesia bermarkas di Bekasi, Jawa Barat. UIPM pun terdaftar sejak 2017 pada Program The Eramus Programe of The European Union yaitu program pendidikan jarak jauh dengan sistem European Distance and E-Learning Networking (EDEN) dan sebagai anggota UNESCO Global Education Coalition,” papar ustadz AHA.

Selain itu, ulas ustadz AHA, UIPM International mempunyai perwakilan di beberapa Negara, yaitu di Singapura, Malaysia, Indonesa, Thailand, Filipina, India, Afrika dan Amerika Serikat.

KIPRAH USTADZ AHA

Ustadz AHA yang saat ini berdomisili di Perumahan Royal Mansion Jalan Rambutan Kota Pekanbaru berkiprah pada berbagai bidang, yaitu berkontribusi di bidang dakwah dan pendidikan di berbagai tempat, masjid, dan mushalla.

Ustadz AHA juga telah melakukan aktivitas dakwah ke 12 (dua belas) negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunai, Hongkong, Uni Emirat Arab, Pakistan, Bangladesh, India, Iran dan Arab Saudi.

Selain itu, ustadz AHA membina puluhan Rumah Tahfizh di Propinsi Riau dan Kepulauan Riau yang bercita-cita mendirikan 1.000 (seribu) Rumah Tahfizh dan untuk mewujudkan mimpi besarnya itu, lima tahun yang lalu ustadz AHA mendirikan Yayasan Pesan Langit Semesta (YPLS) yang bergerak di bidang sosial, perndidikan dan perdagangan.

Atas kiprahnya di dunia dakwah dan pendidikan, Kampus UIPM International  pun memberi  anugerah Doktor Honoris Causa (Dr.HC) kepada ustadz AHA pada Desember 2021, dan selanjutnya ustadz AHA ditunjuk oleh pihak Kampus UIPM International sebagai sponsor yang mengajukan kepada promotor calon penerima anugerah Doktor Honoris Causa (Dr.HC) bagi tokoh di berbagai bidang profesi yang dipandang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh pihak Kampus UIPM International.

Diamping kesibukannya berdakwah dan bermuamalah, ustadz AHA juga pemegang Licenced STIFIn Trainer sejak dua tahun yang lalu, dengan perjuangan yang tidak sebentar dan  persyaratan yang cukup ketat, yaitu lulus Workshop STIFIn Level 1 dan 2 (wsl1 dan wsl2) dan lulus tiga STIFIn TEMATIK, yaitu STIFIn Tahfizh, STIFIn Teaching dan STIFIn Healt. Terakhir, sebelum menjadi Trainer Ustadz AHA telah selesai mengikuti  TFT STIFIn (Training For Trainer).

STIFIn yang ditemukan oleh Farid Poniman itu merupakan singkatan dari Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting adalah bentuk tes personaliti seseorang, sehingga dengan STIFIn melalui sepuluh sidik jari akan diketahui sembilan kepribadian seseorang, yaitu Sensing introvert, Sensing extrovert, Thinking introvert, Thingking extrovert, Intuiting introvert, Intuiting extrovert, Feeling introvert, Feeling extrovert dan Insting. Adapun hasil dari Tes STIFIn adalah menemukan  dua hal, yaitu dimana belahan otak yang dominan dan pada belahan otak yang dominan tersebut dimana lapisan otak yang dominan?

Ustadz AHA juga telah menulis berbagai buku tentang dakwah, sosial, bisnis dan pendidikan, tetapi belum semuanya dipublikasikan, buku yang segera akan dicetak dan dipublikasikan berjudul “SeNam”, Segera Naik Maqom. Jangan Begitu-begitu Saja, Jangan Di Situ-situ Saja.

Sebagai pribadi yang gemar silaturahmi, ustadz AHA memiliki akun Fb: Abdul Haque Albantanie, IG: abdulhaque.albantanie,dan  Handphone 0823-2461-9999. (dod)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *