Penetapan Alokasi Kursi dan Dapil, Bawaslu 50 Kota Tidak Temukan Pelanggaran

Limapuluh Kota, Nuansapolitik.com

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Limapuluh Kota tidak menemukan pelanggaran terhadap Alokasi Kursi dan Penetapan Daerah Pilihan (DAPIL) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilu 2024 mendatang.

Hal itu, diungkapkan Ketua Bawaslu Limapuluh Kota, melalui Koordinator Divisi Hukum Pencegahan Parmas dan Humas (HP2H) Ismet Aljannata, saat menggelar Jumpa pers di Aula Bawaslu, Kawasan Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Selasa (28/2).

“Namun, Ada berapa catatan yang disampaikan Bawaslu terhadap KPU, salah satunya terkait sosialisasi rancangan Dapil yang diharapkan tidak digelar 1 kali,” ujarnya.

Ismet menjelaskan pada Pemilu 2024 tak jauh berbeda dengan pileg 2019 lalu dimana ada 5 Dapil untuk Kabupaten Limapuluh Kota.

“Dalam Pemilu serentak tahun 2024 nanti tak ada perobahan, yakni 5 Daerah Pemilihan, untuk alokasi kursi juga sama,” katanya.

Menurutnya, hal itu berdasarkan jumlah penduduk Kabupaten Limapuluh Kota sesuai dengan Data Agregat Kependudukan Per kecamatan (DAK2) sebanyak 389.837 jiwa, artinya untuk DPRD alokasi kursi masih sama sebanyak 35 kursi dari 5 Dapil.

Masing-masing, 8 kursi untuk dapil 1 (Payakumbuh, Harau), dapil 2 sebanyak 5 kursi (Pangkalan Koto Baru, Kapur IX), 8 kursi untuk dapil 3 (Luak, Lareh Sago Halaban, dan Situjuah), kemudian dapil 4 sebanyak 9 kursi ( Guguak, Mungka dan Akabiluru) serta 5 kursi untuk dapil 5 ( Suliki, Gunuang Omeh dan Bukik Barisan).

“Alokasi kursi tersebut sesuai dengan rentang jumlah penduduk sampai dengan  300.001 – 400.000,” katanya. (Rdo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *