‘Memanusiakan Manusia’, Tim Relawan Pak’Sa Audensi dengan Bupati, Ketua DPRD dan Baznas Limapuluh Kota

LIMAPULUH KOTA, NuansaPolitik.com –

Dua tahun berkiprah dalam kegiatan sosial dengan motto ‘Memanusiakan Manusia’, sudah puluhan orang warga tidak mampu, termasuk bantuan bedah rumah serta warga lanjut usia  dan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berhasil dibantu tim relawan Palanta Aksi Kemanusian dan Sosial (Pak’Sa) yang dikoordinir mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan.

Untuk mensosialisasikan keberadaan Pak’sa di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota, tim relawan Pak’Sa dikoordinir langsung oleh Ferizal Ridwan didampingi tokoh masyarakat Limapuluh Kota, Ismardi, BA (mantan Ketua DPRD Limapuluh Kota), Ben Yuza (mantan Sekdakab Limapuluh Kota) dan sejumlah tokoh lainnya beraudensi dengan Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra, Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan BAZNAS Limapuluh Kota, Senin 27 Desember 2022.

Dalam kegiatan audensi bersama Ketua DPRD Deni Asra dan Bupati  Safaruddin Dt. Bandaro Rajo serta BAZNAS Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan dan Ismardi memaparkan bahwa keberadaan Pak’Sa adalah organisasi sosial yang bergerak dalam bidang kemanusian.

“Palanta Aksi Kemanusian dan Sosial (Pak’Sa) hanyalah sebuah organisasi sosial yang bergerak dalam bidang kemanusian. Artinya, Pak’Sa adalah wadah atau tempat berhimpunnya orang-orang berjiwa sosial dalam rangka membantu pemerintah mengentaskan masalah sosial di Kabupaten Limapuluh Kota. Atau dengan kata lain, Pak’Sa adalah organisasi yang berusaha memanusiakan manusia,” ungkap Ferizal Ridwan kepada Ketua DPRD, Bupati dan BAZNAS.

Dua tahun dalam perjalanannya, ulas Ferizal Ridwan yang akrab disapa Buya Feri, sudah puluhan warga tidak mampu yang berhasil diberikan bantuan termasuk bantuan bea siswa untuk anak-anak berprestasi dari keluarga tidak mampu, bantuan  biaya berobat, bantuan sembako, bedah rumah serta pemulihan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODJG).

“Pak’Sa  dalam gerakannya, pendanaannya bersumber dari orang-orang yang peduli dengan masalah kemanusiaan. Artinya, kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang telah berhasil dilakukan Pak’Sa murni gerakan kemanusian dan bukan organisasi  sosial yang berusaha menandingi gerakan kemanusian yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota,” sebut Ferizal Ridwan.

Lebih jauh dipaparkan Ferizal Ridwan dan Ismardi, hasil pantauan Pak’Sa masalah sosial, khususnya terhadap warga penderita gangguan jiwa (ODGJ)  di Kabupaten Limapuluh Kota sudah sangat memprihatinkan.

“Terdata oleh tim relawan Pak’Sa bahwa lebih 1000 orang warga Kabupaten Limapuluh Kota menderita gangguan jiwa dan  sebanyak 26 orang diantaranya, hidup dalam kondisi mempriatinkan dan menyedihkan yakni dipasung dengan cara dirantai dan diasingkan oleh keluarga karena keberadaan para ODGJ tersebut telah meresahkan lingkungan masyarakat,” papar Ferizal Ridwan.

Diakui Ferizal Ridwan dan Ismardi, ke 26 ODGJ yang kini hidup dikerangkeng dan dirantai itu, adalah warga tidak mampu yang membutuhkan uluran tangan setiap orang yang peduli dengan kasus kemanusian, termasuk bantuan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk memanusiakan mereka.

“Sepanjang tahun 2022, dari 28 ODGJ yang hidup dipasung dan dirantai itu, tim relawan Pak’Sa telah membantu memfasilitasi sebanyak 8 orang dan tiga orang diantaranya bernama Dede, Yal dan Idasmi kini dalam menjalani pemulihan atau rehabilisasi di LKS Aulia Rahmah Lampung dan telah dinyatakan pulih atau stabil,” ungkap Ferizal Ridwan.

Menurut rencana, ulas Ferizal Ridwan, ketiga warga Limapuluh Kota yang kejiwaannya sudah dinyatakan pulih itu akan dilakukan penjemputan, sekaligus tim relawan Pak’Sa akan mengantarkan 5 atau 7 orang  ODGJ asal Kabupaten Limapuluh Kota lainnya untuk menjalani rehablitasi dan diterapi di LKS Aulia Rahmah Lampung.

“ Untuk mendukung kegiatan kemanusian yang dilakukan tim relawan Pak’Sa, inilah kami mendatangi Bupati dan Ketua DPRD serta BAZNAS guna mencari solusi, khususnya tentang pengentasan persolan sosial dan ODGJ di daerah yang telah mendapat prediket ‘Daerah Bebas Pasung’, ini karena belakangan tim relawan Pak’Sa menemukan sebanyak 26 orang ODGJ di Kabupaten Limapuluh Kota hidup dalam pengasingan dengan cara dipasung dan dirantai,” ujar Ferizal Ridwan dan Ismardi.

Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra dan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo serta BAZNAS Limapuluh Kota dalam audensi tersebut menyatakan mendukung dan akan membantu gerakan ‘memanusiakan manusia’ khususnya memerdekakan ODGJ yang kini hidup terpasung yang telah dilakukan tim relawan Pak’Sa. Semoga! (rio briges)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *