Mantan Sopir Oplet Bangun Masjid Megah Bernama “Al Mubarok”

PAYAKUMBUH, NuansaPolitik.com –

Hidup adalah garis-garis nasib. Garis nasib yang terkadang berjalan buruk dan terkadang berjalan baik. Itulah  yang dialami Eri Nazar (53 tahun) warga Kota Payakumbuh yang kini sukses membangun bisnisnya sebagai pedagang pakan ternak terbesar di Kota Payakumbuh dengan nama perusahaan “Garuda PS”.

Meski secara ekonomi Eri, demikian dia akrap disapa, sudah mapan. Namun mantan sopir oplet yang cuma tamatan sekolah dasar (SD) ini, tetap rendah hati dan bahkan dia sudah berhasil membangun sebuah rumah ibadah atau masjid mewah dengan uang pribadinya.

Masjid yang berdiri megah di pinggir jalan Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh itu dibangunan arsitektur modern ala Maroko yang diberi nama Masjid “Al Mubarok”.

Menurut Eri Nazar yang juga pernah berdagang ayam potong di Pasar Ibuah Payakumbuh dan meski hanya seorang mantan sopir oplet, namun berkat kegigihan dan mau bekerja keras kini dapat mewujudkan cita-citanya membangun sebuah Masjid yang memiliki pekarangan sangat luas lebih kurang 1 hektar.

“Kesuksesan membangun Masjid  Al Mubarok ini hanyalah bermodalkan tekad dan semangat kerja keras serta keihlasan. Kita membangun rumah ibadah atau rumah Allah, tentunya tidak akan menoleh kebelakang jika sudah maju ke depan dilandasi niat serta ketulusan juga keikhlasan dari lubuk hati yang paling dalam,” ujar Eri Nazar yang diwawancarai usai menunaikan salat Jum’at (9/12/2022) di mesjid miliknya.

Eri Nazar bercerita bahwa mesjid ini awalnya dibangun pada tanggal 13 Januari 2020 dan diresmikan oleh Bapak Mahyeldi Ansyarullah Gubernur Sumatera Barat pada tanggal 4 Maret 2021.

“ Rentang waktu 1 tahun sejak awal dibangun hingga selesai, ada rasa kebanggaan dan kepuasan bathin karena bisa secepatnya pula dapat dipergunakan sebagai tempat ibadah dan sarana umum bagi warga masyarakat,” ujar Eri.

Dipaparkan Eri Nazar, Masjid ini juga dilengkapi dengan fasilitas tempat anak-anak belajar Tahfiz Alqur’an bagi anak yatim dan yang kurang mampu secara gratis. Bahkan segala fasilitas yang ada diperbolehkan dipakai untuk tempat belajar mengaji dan memperdalam ilmu agama.

Bahkan, tak jarang pula seluruh ruangan sering di pergunakan untuk kegiatan agama dari anak TK  sampai SMA yang datang dati Kota Payakumbuh maupun Kabupaten Limapuluh Kota.

Diungkapkan Eri Nazar, setelah Masjid Al Mubarok berukuran 16X16 meter ini diresmikan, Alhamdulillah rumah ibadah ini telah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan bagi masyarakakat, utamanya bagi masyarakat sekitar.

Diceritakan Eri Nazar, dirinya tidak pernah menyangka bisa membangun masjid untuk umat dalam menegakkan syariat Islam, apalagi dalam kondisi dana yang dimilikinya sangat terbatas.

“Dalam kondisi keterbatasan biaya, Alhamdulillah Masjid Al Mubarok sudah bisa dimanfaatkan untuk beribadah. Dulunya, ini adalah mushala. Tetapi, karena lokasi mesjid disini berjauhan sehingga dinaikkan menjadi Masjid,” ujar Eri.

Masjid yang dibangun dari dana pribadi itu, dilengkapi berbagai fasilitas termasuk tempat wudhu, toilet dan kamar mandi seperti di hotel berbintang. Dengan halaman yang luas, Mesjid Al Mubarok dilengkapi rumah tahfidz, rumah singgah, gajebo tempat istirahan serta sarana parkir yang tertata begitu bagus.

Bagi masyarakat Kota Payakumbuh, sosok Haji Eri Nazar memang bukan orang asing lagi. Pria tersebut dikenal sebagai seseorang yang dermawan dan suka menolong sehingga kehadirannya sangat terasa oleh masyarakat.

Sudah tak terhitung masyarakat yang terbantu oleh Eri Nazar. Selain tidak sombong dan baik hati dia juga pria memiliki pribadi yang menyenangkan dan mudah bergaul dengan siapa saja. Bahkan dengan pejabat sekalipun termasuk dengan Gubernur Sumbar, Walikota Payakumbuh serta orang-orang penting lainnya.

Menjadi orang sukses, tidak begitu saja diraih Eri Nazar. Berbagai pengalaman hidup, suka duka dilalui bapak 5 anak tersebut.

“Saya bukan terlahir dari orang kaya. Saya juga pernah merantau ke Jakarta, bertahun-tahun menjadi sopir oplet di tanah rantau. Di kampung pun juga pernah melakoni sebagai toke (pedagang) ayam di Pasar Ibuh. Alhamdulillah, Allah sudah menunjukkan jalan rezeki bagi keluarga kami dan beginilah sekarang,” pungkasnya. (rio briges)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *