Kompol Russirwan, Polisi yang tak Malu Terjun Menjadi Petani

PAYAKUMBUH,NuansaPolitik.com-

Banyak cara mencari penghasilan tambahan yang baik dan berkah untuk keluarga. Seperti yang dilakukan Kompol Russirwan. Meski saat ini Kompol Russirwan yang akrab disapa Ayah itu sedang menjabat sebagai Waka Polres Payakumbuh, ternyata hobbi bertani yang ditekuni sejak bertahun-tahun sampai detik ini masih terus dilakoninya.

Ditemui di lahan perkebunannya yang lumayan luas di Nagari Koto Tangah Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (27/11/2022) terlihat Ayah sedang serius bercocok tanam diperkebunan cabai, mentimun dan kacang panjang yang sedang digarapnya.

Selepas tugas setelah melepas seragam polisi, ungkap Kompol Russirwan, dia pergi bertani ke ladang yang dikelolanya bersama beberepa orang petani yang membantunya mengolah lahan pertanian yang dikelolanya.

” Jadi, saya sehari-hari punya dua seragam. Satu seragam polisi dan satu seragam petani,” ujar Ayah.

Tak jarang, aku Kompol Russirwan, bekal makan siang yang disiapkan sang istri, Linda, baru bisa disantap setelah mencangkul ladang.

Menurut Kompol Russirwan usaha tani yang dilakoni seperti bercocok tanam cabai, buncis, mentimun dan kacang panjang tidak pernah putus sampai sekarang.

“ Menjadi petani ini sudah bertahun-tahun saya tekuni. Alhamdulillah hasil pertanian yang saya kelola mampu menambah pendapatan keluarga,” ujar Ayah.

Bapak dua anak yang lahir 55 tahun silam, tepatnya 19 Maret 1967 di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat ini, mengaku usaha perkebunan yang dikelolanya lahannya adalah milik orang lain dengan sistem sewa.

“ Jika tanaman cabai, buncis, mentimun dan kacang panjang yang dikekolalanya panen, hasil panen dijual ke pasar-pasar tradisional. Namun, tak jarang ada pengepul yang mengambil langsung ke kebun,” ungkap Ayah.

Diakui Ayah hasil pertaniannya cukup lumayan. Untuk kacang panjang dengan hasil panen mencapai 3 ton. Demikian pula mentimun, jika panen hasil panenya mencapai 5 ton, cabe 700 sampai 800 kg,terong 750 kg dan buncis 3 ton. Hasil panen ini dipasarkan ke Pakanbaru dan Muaro Bungo.

Untuk pekerjaan tambahannya ini, ditegaskannya tidak pernah mangkir dari tugas pokoknya sebagai anggota Polri.

“Bagi saya tidak ada waktu untuk bersantai. Hanya waktu malam saja bisa ngobrol bersama keluarga. Terkadang istri dan anak-anak juga datang ke kebun untuk membantu,” beber Ayah sealigus mengakui bahwa tugas sebagai polisi adalah nomor satu.

“ Menjadi seorang polisi adalah cita-cita saya dari kecil. Jadi, saya sangat menekuni tugas seorang polisi itu dengan senang,” lanjut Kompol Russirwan.

Menjadi petani tidak hanya untuk mencari tambahan penghasilan, namun dia ingin memberikan motivasi kepada seluruh masyarakat untuk tetap giat bertani.

“ Sektor pertanian dapat mengangkat perokonomian masyarakat. Seperti yang diinstruksikan oleh bapak Presiden Jokowi yang disampaikan salah satunya meminta agar Polri ikut mendukung proses pemulihan ekonomi nasional,” ulas Kompol Russirwan.

Menindak lanjuti hal tersebut, pungkas Kompol Russirwan, Bapak Kapolri mempunyai program agar seluruh jajaran Polri mendukung ketahanan pangan dengan melaksanakan kegiatan di bidang pertanian, UKM dan peternakan sebagai bentuk sense of crisis dalam rangka percepatan penangganan laju inflasi. (rio briges)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *