Kepsek SDN 01 Taeh Baruah ‘Curhat’ Kepada Ade Rezki Pratama 

LIMAPULUH KOTA, NuansaPolitik.com-

Ada yang menarik saat Sosialisasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana yang digelar Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama anggota DPR-RI Komisi IX, Ade Rezki Pratama di SD Negeri 01 Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis lalu (27/7/ 2023).

Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra itu dicurhati soal ayam lepas masuk pekarangan sekolah, saat upacara yang digelar di halaman sekolah yang berada di Jalan Raya Payakumbuh-Mungka itu.

Kondisi ayam lepas  itu kerap terjadi saat upacara, sehingga pemilik ayam yang merupakan pedagang di pasar tradisional Pekan Jumat kerap mengejar ayam dagangan itu hingga ke lapangan saat upacara tengah dilaksanakan.

Curhatan itu disampaikan Kepala SD Negeri 01 Taeh Baruah, Metriza, saat memberikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri kader posyandu dan ratusan masyarakat Taeh Baruah dari berbagai unsur itu.

” Saat upacara dilaksanakan di halaman sekolah, kerap terjadi pedagang tradisional di Pekan Jumat mengejar ayam dagangannya yang lari ke halaman sekolah. Hal ini terjadi karena kondisi pagar yang rendah sehingga ayam pedagang yang lepas langsung masuk ke halaman sekolah,” ujar Metriza.

Dengan kondisi itu, Metria berharap perhatian Ade Rezki untuk membantu perbaikan atau rehab pagar sekolah menjadi lebih tinggi.

” Harapan kami, Pak Ade Rezki Pratama bisa membantu kami untuk rehab pagar menjadi lebih tinggi.” tutupnya.

Harapan serupa juga disampaikan Wali Nagari Taeh Baruah, Mulyadi. Mantan ASN di Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota itu berharap anggota DPR-RI termuda tahun 2014 itu bisa membantu memperjuangkan pembangunan drainase di pasar tradisional Taeh Baruah.

” Kalau hujan, pasar tradisional Pekan Jumat kerap kebanjiran karena tidak ada drainase. Proposal untuk pembangunan pasar agar tidak kebanjiran pernah kami sampaikan ke Kementerian, namum belum berhasil,” ujar Mulyadi.

Ia berharap Ade Rezki Pratama bisa membantu agar pasar tradisional Pekan Jumat tidak lagi kebanjiran saat musim hujan.

Sementara terkait kasus stunting, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Limapuluh Kota, Ayu Mitria Fitria menyebutkan bahwa tiap tahunnya angkanya terus turun, sehingga diharapkan pada tahun 2024 nanti bisa mencapai angka 14 persen sesuai target Nasional.

” Untuk kasus stunting di Kabupaten Limapuluh Kota angkanya terus terus tiap tahun. Tahun 2021 lalu mencapai 28,7 persen dan ditahun berikutnya turun jadi 24,4 persen. Kita harapkan di tahun 2024 nanti bisa mencapai angka 14 persen sesuai target Nasional.

Sementara di Kecamatan Payakumbuh, jumlah kasus stunting berdasarkan hasil penimbangan pada bulan Februari lalu terdapat 196 anak stunting. Untuk itu perlu peranan semua pihak untuk percepatan penanganan stunting.

” Hasil penimbangan bulan Februari lalu, di Kecamatan Payakumbuh terdapat 196 anak stunting. Untuk percepatan penanganan perlu penanganan semua pihak.” tutupnya.

Sementara penyuluh utama BKKBN Pusat, drg. Wibyono mengatakan bahwa untuk percepatan penanganan stunting perlu dilakukan intervensi.

” Untuk percepatan penanganan stunting memang perlu intervensi. Salah satunya dengan menggunakan dana desa untuk pemberian telur kepada anak maupun catin,” ujarnya.

Lebih jauh ia menyebutkan bahwa intervensi bisa dilakukan terhadap ibu hamil dengan lingkar lengan atas kurang dari 23,5 dan Hb kurang dari 12.

” Ibu hamil dengan lengan atas kurang dari 23,5 dan Hb kurang dari 12 harus diintervensi dengan pemberian tablet tambah darah, sementara untuk anak-anak bisa diberikan telur selama dua bulan. Untuk ini bisa digunakan dana Nagari.” tutupnya.

Sementara Ade Rezki Pratama, anggota Komisi IX DPR-RI dihadapan ratusan peserta sosialisasi yang merupakan kader posyandu, tim pendamping keluarga, tokoh masyarakat terus mengajak kepedulian semua pihak untuk percepatan penanganan stunting, sebab stunting tidak saja menjadi persoalan di Indonesia, namun juga menjadi persoalan diberbagai Nagara di dunia.

Untuk percepatan penanganan stunting di Indonesia telah ada Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 72 tentang percepatan penanganan angka stunting.

” Stunting bukan saja menjadi persoalan di Indonesia, namun juga di Negara lainnya di dunia. Penyebabnya juga beragam, tidak saja rumah yang tidak layak huni, gizi yang tidak cukup bagi hamil, kurang darah, pola asuh anak serta ketersediaan air bersih.” ucapnya.

Ia berharap kedepannya semua pihak semakin peduli untuk terus menekan angka stunting di Indonesia khususnya di Kabupaten Limapuluh Kota, sehingga tiap tahun angka stunting bisa turun sebanyak 3 persen. Ade juga mengajak masyarakat untuk mensukseskan program Keluarga Berencana. (ds)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *