Bupati Eka Putra Sambut Kunjungan Tamu Dari Malaysia Dengan Memasangkan Deta

Tanah Datar,NuansaPolitik.com

 

Rombongan wisata Ikatan Keluargaaan dan Warisan Budaya Minang di Negeri Sembilan Malaysia (IKWAMNS) yang dipimpin penasehat Dato Diraja Dimuda H. Ahmad Awaludin  berkunjung di Kabupaten Tanah Datar Pada Sabtu, (04/02).

Kedatangannya diterima Bupati Tanah Datar Eka Putra SE, MM, Asisten di Sekretariat Daerah Tanah Datar, Kepada OPD, Perwakilan LKAAM, dan lainnya. Bupati meyambut dengan memasangkan Deta dikepala rombongan dan penasehat IKWAMNS.

Bupati menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh rombongan yang telah menyempatkan diri datang ke Tanah Datar.

“Kami senang kalau banyak tamu, banyak tamu banyak rezeki. Antara Minangkabau dengan Malaysia adalah saudara kembar, meski beda letak geografis tapi tidak bisa dipisahkan, secara historis punya pertalian darah yang sangat erat, permukiman suku Minangkabau,” kata Bupati.

Bupati memaparkan, Kabupaten Tanah Datar dikenal dengan sebutan Luak Nan Tuo karena merupakan daerah tertua di Minangkabau. Lebih 70 persen masyarakatnya bermata pencaharian petani.

Kabupaten Tanah Datar tidak sama dengan daerah di Provinsi lainnya yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tapi memiliki kelebihan dengan keindahan alamnya yang indah dan adat dan budayanya.

“Ada Puncak Aua Sarumpun, Puncak Pato, Desa Terindah di Pariangan, dan  objek wisata yang paling utama yaitu Istano Basa Pagaruyung dan juga ada event pacu jawi,” papar Bupati.

Sementara itu, Penasehat IKWAMNS Malaysia, Dato Raja Dimuda H. Ahmad Bin Awaludin mengaku merasa senang datang dan disambut dengan baik.

“Saya senang hati,  kedatangan kami disambut meriah, saya tidak pernah mencoba ini, tapi saya disambut dengan memasangkan deta oleh Bupati,” katanya.

Ia memohon maaf jika ada kekurangan kesalahan kami dalam kunjungannya, mewakili segenap rombongan ia mengucapkan mohon maaf.

“Hari ini bahagia sekali, saya kaget saat pak Bupati sebut ada homestay di Tanah Datar. Seharusnya kita tidur di homestay bukan hotel, insyaAllah bulan-bulan yang akan datang, saya akan minta rekomendasi untuk tidur di homestay,” kata Dato Raja Dimuda.

“Kita kesini ingin mengenal kembali asal usul kita disini. Hari ini sangat berbangga sekali, membahas tentang Tanah Datar dan Minangkabau, ternyata sangat banyak yang kita tidak tau.

Bersyukurlah hari ini kita bersilahturahmi dengan bupati membahas banyak hal,” jelasnya lagi. (Ryo briges)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *